LABUANBAJOVOICE.COM — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) diproyeksikan memberikan kontribusi ekonomi global sebesar US$15,7 triliun pada 2030.
Sementara untuk Indonesia, teknologi AI Generatif diperkirakan mampu menyumbang hingga US$243,5 miliar atau sekitar Rp4.110 triliun bagi perekonomian nasional.
Pernyataan itu disampaikan Airlangga saat membuka acara World Engineering Day for Sustainable Development 2026 di Jakarta beberapa waktu lalu.
Menurut Airlangga, besarnya potensi ekonomi tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar teknologi paling menarik di dunia, khususnya bagi perusahaan teknologi global yang tengah mengembangkan ekosistem AI.
“Indonesia adalah pasar yang sangat besar di masa depan dan dunia sedang berinvestasi di Indonesia. Kita menyaksikan persaingan bersejarah di antara raksasa teknologi global untuk mengamankan pijakan di pasar kita. NVIDIA telah berkomitmen sekitar US$ 100 miliar untuk chip pusat data AI terbuka dan minat mereka pada pasar ASEAN, khususnya Indonesia,” ujar dia.





Tinggalkan Balasan