LABUANBAJOVOICE.COM – Polres Manggarai Barat mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dugaan penipuan digital yang mengatasnamakan penyelenggaraan kegiatan olahraga Labuan Bajo Eco Run 2026.

Imbauan tersebut disampaikan setelah Satuan Intelkam bersama Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Manggarai Barat menemukan indikasi kuat adanya aktivitas mencurigakan terkait promosi pendaftaran kegiatan tersebut melalui media sosial.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang mengatakan dugaan tersebut mulai terdeteksi sejak 29 Juni 2026 melalui patroli siber yang dilakukan jajarannya.

“Sejak akhir Juni lalu, tim patroli siber kami mendeteksi adanya aktivitas promosi pendaftaran event Labuan Bajo Eco Run 2026 melalui sebuah akun Instagram. Di sana tercantum tata cara pendaftaran hingga nomor hotline untuk konfirmasi pembayaran uang kepesertaan,” ujarnya pada Senin (6/7/2026) pagi.

Hasil pemantauan menunjukkan sejumlah pengguna media sosial mengeluhkan sulitnya menghubungi panitia setelah mengirimkan pesan maupun melakukan konfirmasi pendaftaran.

Temuan tersebut menjadi salah satu indikator yang memperkuat dugaan adanya praktik penipuan.

Menindaklanjuti hal itu, aparat kepolisian melakukan verifikasi secara langsung dengan menghubungi nomor kontak yang dicantumkan pada akun media sosial tersebut melalui pesan langsung maupun sambungan telepon.

Namun, seluruh upaya tersebut tidak memperoleh tanggapan.

“Kami sudah mencoba berulang kali menghubungi pihak penyelenggara untuk meminta klarifikasi dan memastikan legalitas acara ini. Namun, hingga detik ini, tidak ada respons sama sekali. Nomor kontak yang mereka cantumkan mati total dan tidak aktif. Ini menguatkan indikasi adanya skema penipuan terorganisir yang menyasar uang pendaftaran dan data pribadi korban,” tegas AKBP Christian.

Polisi Imbau Masyarakat Verifikasi Legalitas Acara

Sebagai langkah pencegahan, Polres Manggarai Barat menggencarkan sosialisasi melalui kanal media sosial resmi dan media mitra kepolisian untuk mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap promosi kegiatan yang beredar di internet.

Polisi menjelaskan modus yang digunakan antara lain membuat situs web atau tautan pendaftaran palsu, menyebarkan pamflet digital yang terlihat meyakinkan, hingga menawarkan hadiah dan medali untuk menarik minat calon peserta.

Masyarakat diminta selalu melakukan verifikasi sebelum melakukan pembayaran biaya pendaftaran.

“Kami meminta masyarakat dan juga para wisatawan, jangan terburu-buru mentransfer uang pendaftaran untuk acara apa pun yang belum jelas asal-usulnya. Selalu lakukan double check atau konfirmasi ulang ke instansi terkait di daerah, seperti Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) atau Dinas Pariwisata setempat, untuk memastikan apakah acara tersebut memang memiliki izin resmi dan terdaftar,” imbaunya.

Selain mengeluarkan imbauan, Unit Tipidter Satreskrim Polres Manggarai Barat juga telah melakukan profiling awal terhadap akun Instagram dan nomor telepon yang diduga digunakan pelaku.

Langkah tersebut menjadi bagian dari proses awal penyelidikan apabila nantinya terdapat laporan resmi dari masyarakat yang menjadi korban.

“Langkah ini dipersiapkan sebagai landasan penyelidikan hukum lebih lanjut sekiranya ada masyarakat yang resmi melapor sebagai korban penipuan tersebut,” ungkap Kapolres Mabar.

Polres Manggarai Barat menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan ruang digital sekaligus melindungi masyarakat dan wisatawan dari berbagai modus kejahatan siber yang berpotensi merugikan serta mencoreng citra Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas Indonesia.**