“Sektor pariwisata yang berkembang di Labuan Bajo mendorong masyarakat membuka usaha di bidang kuliner, kerajinan, suvenir, transportasi, homestay, hingga jasa wisata,” tuturnya.

Selain itu, semangat kewirausahaan generasi muda juga menjadi motor penggerak pertumbuhan UMKM di daerah tersebut.

Ia menyebut, semakin banyak anak muda yang memilih membangun usaha mandiri dibanding hanya bergantung pada lapangan kerja formal.

“Kami melihat anak-anak muda sekarang lebih berani berwirausaha. Ada yang bergerak di bidang seni, pertanian hidroponik, hingga usaha kopi. Mereka melihat ini sebagai peluang ekonomi yang menjanjikan,” katanya.

Di balik pertumbuhan jumlah UMKM, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan besar dalam aspek legalitas usaha.

Hingga saat ini, hanya 1.604 pelaku usaha atau sekitar 12,94 persen dari total UMKM yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Ini menjadi tantangan sekaligus tugas pemerintah untuk terus memfasilitasi pemenuhan kelembagaan usaha agar pelaku UMKM memiliki legalitas yang memadai,” ujar Fatinci.**