LABUANBAJOVOICE.COM – Dinamika politik desa mulai menghangat menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026 di Desa Siru, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat. Sejumlah figur mulai menyatakan kesiapan untuk ikut dalam kontestasi, termasuk tokoh muda Muhammad Syahir.

Dengan mengusung tagline “Nai Ca Angit Tuka Ca Leleng” dan slogan “Muda, Bersahaja, Ramah, dan Amanah”, Syahir menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam Pilkades merupakan bagian dari komitmen untuk mendorong perubahan dan kemajuan desa secara berkelanjutan.

“Saya menyatakan siap maju sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun Desa Siru ke arah yang lebih baik. Ini bukan sekadar kontestasi, tetapi ruang pengabdian untuk masyarakat,” ujar Muhammad Syahir.

Dalam pernyataannya, Syahir menekankan pentingnya konsolidasi sosial dan politik di tingkat desa sebagai fondasi pembangunan.

Ia memandang bahwa kepemimpinan desa ke depan harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat serta menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kebutuhan riil warga.

Desa Siru yang dikenal sebagai salah satu sentra pertanian di Manggarai Barat dinilai memiliki potensi besar yang perlu dikelola secara terarah dan berkelanjutan.

“Kita ingin memastikan bahwa potensi desa, khususnya di sektor pertanian, dapat memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah desa dan warga,” katanya.

Lebih jauh, Syahir mengusung pendekatan politik partisipatif dengan membuka ruang dialog yang luas bagi masyarakat.

Ia menilai, partisipasi publik menjadi kunci dalam menentukan arah kebijakan desa yang responsif dan tepat sasaran.

“Kepemimpinan desa harus berbasis pada aspirasi masyarakat. Semua pihak harus dilibatkan, sehingga keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan bersama,” tegasnya.

Kemunculan figur muda dalam bursa Pilkades dinilai sebagai bagian dari dinamika demokrasi lokal yang semakin berkembang. Kehadiran generasi muda diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam tata kelola pemerintahan desa.

“Ini adalah momentum bagi generasi muda untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan desa, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal,” ungkap Syahir.

Menjelang Pilkades 2026, berbagai tahapan diperkirakan akan diwarnai dengan dinamika politik yang semakin intens. Namun demikian, seluruh pihak diharapkan dapat menjaga situasi tetap kondusif dan mengedepankan semangat demokrasi yang sehat.

“Pilkades harus menjadi ajang adu gagasan, bukan sekadar kompetisi. Yang utama adalah bagaimana kita bersama-sama memajukan Desa Siru,” tutupnya.**