LABUANBAJOVOICE.COM – Tiga investor telah menyatakan komitmen untuk berinvestasi di kawasan Parapuar, destinasi pengembangan wisata baru di Labuan Bajo. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLF).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BPOLF, Andhy M.T Marpaung, menyampaikan tiga investor tersebut adalah Eiger Adventure Land Indonesia, Terra SparX, serta Kopontren Al Itifaq.

Ketiga investor itu, kata dia, direncanakan mengembangkan berbagai fasilitas wisata dan pendukung di kawasan Parapuar, mulai dari hotel hingga sarana rekreasi yang memperkuat daya tarik pariwisata Labuan Bajo.

“Terkait dengan investasi di Parapuar, pertama untuk Eager memang ada kemunduran karena mereka masih melihat progres infrastruktur dasar kita. Sekarang kami sudah bangun jalan, listrik juga sudah tetapi SPAM (air bersih, read) memang masih diusahakan,” kata Andy kepada wartawan di Kantor BPOLF, Jumat (6/3/2026).

Menurut Andy, para investor masih menunggu kesiapan infrastruktur dasar sebelum memulai pembangunan proyek mereka. Karena itu BPOLF saat ini mempercepat penyediaan fasilitas penunjang seperti jalan, jaringan listrik, dan sistem air bersih.

Ia menjelaskan sebagian infrastruktur sudah mulai tersedia, terutama akses jalan dan jaringan listrik. Namun untuk jaringan air bersih melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) masih dalam tahap persiapan.

Menurutnya, jika seluruh persyaratan dasar tersebut terpenuhi, investasi di Parapuar diperkirakan mulai berjalan dalam waktu dekat.

Kawasan Parapuar dirancang sebagai pusat aktivitas wisata baru yang melengkapi destinasi utama di Labuan Bajo.

Beberapa fasilitas yang direncanakan antara lain hotel, sarana olahraga, area berkemah (camping ground), pusat perbelanjaan, serta berbagai fasilitas rekreasi lainnya.

“Jika investasi berjalan, Parapuar akan menjadi ikon baru Labuan Bajo,” ujar Andy.

Pengembangan kawasan ini juga diharapkan memperluas pilihan destinasi wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal di sekitar Labuan Bajo.**