“Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa menjaga mata air berarti menjaga kehidupan. Nilai-nilai inilah yang menjadi bagian dari implementasi Ekoteologi di lingkungan madrasah,” tambahnya.
Penanaman bambu di kawasan Tengku Po Kumba menjadi salah satu langkah konkret dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan masyarakat, terutama ancaman kekeringan dan menurunnya ketersediaan air bersih.
Melalui kolaborasi antara MAN 2 Manggarai, MOTAMA, Yayasan PLAN International Indonesia, dan IKI Small Grants Jerman, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat gerakan konservasi lingkungan berbasis masyarakat.
Selain menjaga keberlanjutan sumber air, aksi tersebut juga menjadi contoh nyata bagaimana generasi muda dapat mengambil peran dalam upaya pelestarian lingkungan.
Semangat gotong royong yang terbangun dalam kegiatan ini diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak kalangan untuk terlibat dalam aksi-aksi nyata menghadapi tantangan perubahan iklim di Manggarai.
Dengan semakin banyak pihak yang peduli terhadap kelestarian sumber daya alam, kawasan mata air Tengku Po Kumba diharapkan tetap terjaga dan mampu menopang kebutuhan air masyarakat untuk jangka panjang, sekaligus menjadi warisan lingkungan bagi generasi mendatang.**





Tinggalkan Balasan