Keterlibatan para siswa dalam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk partisipasi dalam aksi lingkungan, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang menanamkan kesadaran ekologis sejak dini.
Para peserta diajak memahami keterkaitan antara kelestarian alam, ketersediaan air, dan keberlangsungan kehidupan masyarakat.
Kepala MAN 2 Manggarai, Demasere, S.Pd, menegaskan bahwa kegiatan penanaman bambu tersebut sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama melalui Ekoteologi yang masuk dalam Asta Protas Kementerian Agama.
“Kegiatan ini bukan sekadar menanam bambu, tetapi juga menanam kesadaran kepada peserta didik tentang pentingnya menjaga alam sebagai amanah Tuhan. Melibatkan siswa dalam kegiatan seperti ini merupakan bagian dari pembiasaan karakter peduli lingkungan yang terus dikembangkan di madrasah,” ujar Demasere.
Menurutnya, lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab tidak hanya mencetak generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas terhadap persoalan sosial dan lingkungan yang berkembang di tengah masyarakat.





Tinggalkan Balasan