LABUANBAJOVOICE.COM – Rangkaian acara penutupan Festival Golo Koe 2026 di Waterfront City Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, resmi dihentikan menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Mbay–Nagekeo hingga Labuan Bajo, Manggarai Barat, pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Keputusan penghentian seluruh rangkaian kegiatan penutupan tersebut disampaikan oleh Keuskupan Labuan Bajo melalui pernyataan resmi Nomor 201/II.1-KLB/VIII/2026 yang ditandatangani oleh Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, pada 15 Agustus 2026.
Dalam pernyataan itu, Keuskupan Labuan Bajo menjelaskan bahwa keputusan penghentian diambil dengan mempertimbangkan perkembangan situasi pascagempa, dampak yang dirasakan masyarakat, serta potensi terjadinya gempa susulan.
Acara penutupan Festival Golo Koe 2026 sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 17.00 WITA di Waterfront City Labuan Bajo.
Keuskupan Labuan Bajo menegaskan bahwa penghentian berlaku untuk seluruh rangkaian kegiatan penutupan, tidak hanya pada seremoni utama.





Tinggalkan Balasan