Adapun kegiatan yang dihentikan meliputi:
1. Misa Penutupan Festival.
2. Konser musik dan pertunjukan seni.
3. Pameran UMKM.
4. Kegiatan pendukung lainnya.
Keselamatan Menjadi Prioritas Utama
Keputusan tersebut diambil dengan menjadikan keselamatan dan keamanan seluruh peserta sebagai prioritas utama, termasuk masyarakat, pelaku UMKM, tamu undangan, panitia, petugas, serta seluruh pihak yang terlibat dalam Festival Golo Koe 2026.
“Keputusan ini diambil dengan pertimbangan utama keselamatan dan keamanan seluruh peserta, masyarakat, pelaku UMKM, para tamu, panitia, petugas, serta semua pihak yang terlibat dalam Festival Golo Koe 2026.” ujar Mgr. Maksimus Regus.
Keuskupan Labuan Bajo juga menegaskan bahwa penghentian kegiatan ini tidak semata-mata bersifat teknis, melainkan juga merupakan wujud empati dan solidaritas terhadap masyarakat Flores yang terdampak bencana.
“Selain pertimbangan keselamatan, penghentian rangkaian acara penutupan ini juga merupakan bentuk empati, solidaritas, dan keprihatinan yang mendalam terhadap saudara-saudari kita di berbagai wilayah Flores yang secara langsung maupun tidak langsung terdampak oleh bencana gempa bumi tersebut.” kata Mgr. Maksimus.





Tinggalkan Balasan