Festival Dihentikan, Solidaritas Tetap Diteguhkan

Keuskupan Labuan Bajo menyadari bahwa keputusan ini tidak mudah diambil, mengingat seluruh persiapan Festival Golo Koe 2026 telah dilakukan dengan semangat, kerja keras, pengorbanan, serta kolaborasi berbagai pihak.

Namun demikian, keselamatan manusia tetap ditempatkan sebagai prioritas di atas seluruh agenda dan kemeriahan festival.

Dalam pernyataan tersebut ditegaskan bahwa Festival Golo Koe bukan sekadar perayaan iman dan budaya, melainkan juga momentum untuk memperkuat persaudaraan, solidaritas, kepedulian, dan kebersamaan.

“Karena itu, dalam situasi ini, semangat Festival Golo Koe justru diwujudkan melalui sikap berbela rasa dengan mereka yang terdampak dan sedang mengalami musibah.” ujar Mgr. Maksimus.

Sikap tersebut menjadi pesan penting di tengah situasi kebencanaan yang melanda sejumlah wilayah di Flores. Kemeriahan festival dihentikan, namun semangat solidaritas diharapkan tetap terjaga melalui kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan.