LABUANBAJOVOICE.COM – Aktivitas wisata bahari di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), meningkat signifikan pada periode pasca Idulfitri 1447 H/2026 M. Tercatat sebanyak 593 kapal wisata berlayar dan bersandar di kawasan tersebut selama 22–25 Maret 2026.

Data ini dihimpun dari Tim Posko Lebaran Gabungan di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, yang memantau pergerakan kapal dan wisatawan selama masa libur dan arus balik Lebaran.

Puncak pergerakan kapal terjadi pada Senin, 23 Maret 2026, dengan total 184 kapal wisata beroperasi menuju kawasan TNK. Tingginya mobilitas ini menegaskan lonjakan aktivitas wisata laut sebagai tulang punggung akses menuju destinasi unggulan tersebut.

“Sesuai dengan data Tim Posko Lebaran Gabungan di KSOP, diketahui bahwa total kapal wisata yang berlayar ke TNK selama periode 22-25 Maret 2026 adalah 593 kapal dengan rincian kapal paling banyak berlayar di tanggal 23 Maret 2026 yakni 184 kapal wisata,” ujar Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andy M.T. Marpaung, Kamis (26/3/2026).

Sejalan dengan itu, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mencatat bahwa kunjungan wisatawan selama periode yang sama sangat terkonsentrasi di TNK, dengan proporsi mencapai sekitar 93 persen dari total pergerakan wisata.

“Berdasarkan data dari Tim Posko Lebaran Gabungan, dominasi kunjungan wisatawan adalah di Taman Nasional Komodo dengan persentase sekitar 93%,” ujarnya.

Ia menegaskan, data dari posko terpadu menunjukkan TNK masih menjadi magnet utama wisatawan, terutama melalui jalur laut yang menghubungkan berbagai titik destinasi populer di dalam kawasan.

“Total Penumpang Wisata yang menuju TNK selama periode 22- 25 Maret adalah 5.956 penumpang,” kata Andy.

Rincian kunjungan wisatawan memperlihatkan tren fluktuatif dengan lonjakan pada awal periode. Pada Minggu (22/3) tercatat 1.523 wisatawan, meningkat pada Senin (23/3) menjadi 2.212 wisatawan, kemudian menurun pada Selasa (24/3) sebanyak 1.239 wisatawan dan Rabu (25/3) menjadi 982 wisatawan.

Destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan selama periode ini adalah Pulau Padar, Pink Beach, dan Loh Liang—tiga titik utama dalam kawasan TNK yang menjadi favorit wisata bahari.

Meski data rinci asal negara wisatawan belum tersedia, BPOLBF mencatat komposisi sementara yang menunjukkan dominasi wisatawan mancanegara.

“Sejauh ini, kami belum memiliki data rinci terkait asal negara wisatawan, namun data yang bisa kami sampaikan adalah bahwa mayoritas wisatawan selama periode pasca Idulfitri khususnya ke TNK adalah wisatawan mancanegara dengan proporsi 43% wisatawan domestik dan 57% wisatawan mancanegara (angka sementara),” tegasnya.

Lonjakan jumlah kapal wisata yang bersandar di TNK ini sekaligus menegaskan tingginya tekanan terhadap kawasan konservasi, baik dari sisi lalu lintas laut maupun kapasitas kunjungan di titik-titik favorit.

Ke depan, penguatan manajemen kunjungan berbasis kuota, pengaturan lalu lintas kapal, serta diversifikasi destinasi di luar TNK menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan ekosistem sekaligus memastikan kualitas pengalaman wisata tetap terjaga.

Tanpa pengendalian yang terukur, peningkatan jumlah kapal dan wisatawan berisiko menimbulkan tekanan ekologis di kawasan yang menjadi ikon pariwisata nasional tersebut.**