Kondisi warga Kampung Teno menggambarkan tantangan distribusi bantuan pascabencana, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil.

Di tengah situasi tersebut, warga tidak hanya membutuhkan makanan dan air minum. Kebutuhan berupa obat-obatan, susu untuk lansia, selimut, tikar, terpal, serta tempat pengungsian yang lebih aman menjadi kebutuhan mendesak.

Elin berharap lokasi mereka tidak luput dari pendataan dan distribusi bantuan.

“Terima kasih, mohon segera dipertimbangkan dan diturunkan aksi relawannya ke posko kami di sini.” pintanya kembali.

Terkait laporan warga Kampung Teno yang mengaku belum menerima bantuan, media mengonfirmasi Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng.

Weng mempertanyakan waktu informasi tersebut diterima. Ia kemudian mengatakan akan melakukan pengecekan kepada Camat Kuwus.

“Info ini kapan? Saya cek Pa Camat (Camat Kuwus, Yanuarius Syukur), rasanya sudah dilayani.” kata Weng.

Keluhan warga Kampung Teno menjadi pengingat bahwa penanganan pascabencana tidak berhenti pada penyaluran bantuan di titik-titik yang mudah dijangkau.