LABUANBAJOVOICE.COM — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mengeluarkan instruksi khusus bagi aparatur sipil negara (ASN) perempuan untuk mengenakan kebaya saat bertugas pada peringatan Hari Kartini, Selasa, 21 April 2026.

Kebijakan ini ditegaskan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan emansipasi perempuan sekaligus penguatan identitas budaya bangsa di ruang birokrasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, menegaskan bahwa penggunaan kebaya bukan sekadar simbol seremonial, melainkan upaya menghadirkan nilai-nilai perjuangan Kartini dalam praktik pelayanan publik sehari-hari.

“Dalam rangka memperingati Hari Kartini maka kepada semua ASN perempuan diwajibkan untuk mengenakan pakaian kebaya pada hari Selasa, tanggal 21 April 2026,” ujar Fransiskus, Senin (20/4/2026)

Ia juga meminta agar informasi tersebut disampaikan secara luas hingga ke seluruh perangkat daerah, sehingga pelaksanaan instruksi berjalan serentak dan tertib di seluruh wilayah Manggarai Barat.

Kebijakan mengenakan kebaya dinilai memiliki makna lebih dalam dibanding sekadar aturan berpakaian.

Kebaya diposisikan sebagai simbol perjuangan perempuan Indonesia dalam meraih akses pendidikan, kesetaraan, dan ruang publik yang lebih luas—nilai-nilai yang diwariskan oleh R.A. Kartini.

Menurut Fransiskus, momentum ini menjadi refleksi bagi ASN perempuan untuk terus mengembangkan kapasitas diri dan memperkuat kontribusi dalam pembangunan daerah.

“Penggunaan kebaya ini merupakan simbol identitas bangsa sekaligus pengingat bagi kita semua, khususnya ASN perempuan, untuk terus membawa semangat literasi dan kemajuan yang telah dirintis oleh Kartini,” katanya.

Meski mengenakan busana tradisional, Sekda menegaskan bahwa kualitas pelayanan publik tidak boleh terganggu. Seluruh ASN tetap dituntut menjalankan tugas secara profesional, responsif, dan optimal.

Instruksi ini juga menjadi penegasan bahwa modernitas birokrasi dapat berjalan seiring dengan pelestarian nilai budaya lokal dan nasional.

Peringatan Hari Kartini tahun ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran perempuan di sektor pemerintahan, terutama dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan yang semakin kompleks.

Dengan meningkatnya partisipasi perempuan di ruang publik, pemerintah daerah melihat pentingnya dorongan berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas, kepemimpinan, dan inovasi di kalangan ASN perempuan.

Suasana perkantoran di lingkungan Pemkab Manggarai Barat pun diperkirakan akan berubah pada Selasa esok, dengan balutan warna-warni kebaya yang mencerminkan keanggunan sekaligus kekuatan perempuan Indonesia dalam mengisi pembangunan daerah.**