LABUANBAJOVOICE.COM – Pembukaan rute penerbangan langsung oleh Super Air Jet dari Jakarta menuju Labuan Bajo menjadi angin segar bagi pengembangan pariwisata di kawasan Flores.

Rute ini dijadwalkan mulai beroperasi pada Sabtu, 29 Maret 2026, dan diyakini akan memperkuat arus kunjungan wisatawan secara signifikan.

Penerbangan langsung rute Jakarta (CGK) – Labuan Bajo (LBJ) akan menghubungkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan Bandara Komodo tanpa transit.

Kehadiran jalur ini memberikan efisiensi waktu tempuh sekaligus kemudahan akses bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin menjangkau destinasi wisata unggulan di Indonesia timur.

Perwakilan Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, menegaskan bahwa pembukaan rute ini merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan konektivitas sekaligus memperluas pasar wisata Labuan Bajo.

“Mulai 29 Maret 2026, Super Air Jet membuka rute langsung dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Komodo Labuan Bajo,” ujar Danang usai melakukan kunjungan ke Kantor BPOLBF, Jum’at sore (27/3/2026).

Menurutnya, rute ini akan mempermudah wisatawan, khususnya dari Jakarta dan sekitarnya, untuk berkunjung ke Labuan Bajo dengan waktu perjalanan yang lebih singkat dan efisien.

“Saat ini, penerbangan perdana telah terisi penuh dengan kapasitas 180 penumpang,” kata Danang.

Tingginya minat pada penerbangan perdana tersebut menjadi indikator kuat bahwa Labuan Bajo masih menjadi magnet wisata yang diminati.

Sebagai gerbang menuju Taman Nasional Komodo, kawasan ini terus mengalami pertumbuhan kunjungan seiring dengan peningkatan aksesibilitas.

Sementara itu, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menilai pembukaan rute baru ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat sektor pariwisata yang berkelanjutan.

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy M.T Marpaung, menyampaikan apresiasi atas inisiatif pembukaan rute langsung tersebut.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi langkah Lion Air Group, khususnya Super Air Jet, dalam membuka rute langsung Jakarta–Labuan Bajo,” ungkap Andy.

Menurutnya, peningkatan konektivitas udara akan berdampak langsung pada daya saing destinasi, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat lokal.

Lebih dari itu, BPOLBF juga terus mendorong pengembangan destinasi wisata di luar kawasan Taman Nasional Komodo guna menciptakan pemerataan kunjungan wisatawan di Pulau Flores.

Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan sekaligus memperkaya pengalaman perjalanan mereka.

Sinergi antara sektor penerbangan dan pengelola destinasi dinilai menjadi kunci dalam memastikan pertumbuhan pariwisata yang tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan.

Dengan hadirnya rute langsung ini, Labuan Bajo diharapkan semakin mudah dijangkau dan kian kompetitif sebagai destinasi unggulan Indonesia di pasar global.**