Ia mempertanyakan sejauh mana pertumbuhan pariwisata memberikan dampak langsung terhadap masyarakat lokal.
“Kita bangga toh pariwisata? Tapi apakah berkontribusi terhadap Manggarai Barat? Saya bilang tidak. Karena pertumbuhan ekonomi kita itu di pariwisata tinggi, hampir tembus 8%, itu 7,96 BPS. Itu pertumbuhan ekonomi kita di pariwisata. Tapi di sektor pertanian, sektor riil kita itu, stagnan, tidak bergerak. Sehingga tidak heran kalau kita miskin. Ada yang salah? Ya.” ujarnya.
Dorong Tata Kelola Pariwisata Lebih Adil
Kanisius juga menjelaskan latar belakang dirinya mendorong pembentukan panitia khusus atau pansus terkait tata kelola pariwisata di Manggarai Barat.
Ia mengatakan perkenalannya dengan FOKAL Labuan Bajo berawal dari diskusi mengenai persoalan kapal wisata yang kemudian berkembang menjadi pembahasan mengenai tata kelola pariwisata.
“Saya berjumpa pertama kali dengan FOKAL ini ketika saya berulang kali menulis tentang kapal wisata, begitu. Timbul perdebatan dalam Facebook saya itu, ah apa namanya, dan itu baik. Itu baik, kemudian kami berdialog, berdiskusi banyak hal yang akhirnya saya menemukan satu poin yang harus kita sama-sama memikirkan di Manggarai Barat ini, yaitu tentang tata kelola pariwisata, begitu.” katanya.





Tinggalkan Balasan