Santo Damian Ingin Menjadi Kampung Ramah Disabilitas
Dalam sesi dialog, Yosef Jaga menyampaikan kondisi dan harapan masyarakat yang tinggal di Kompleks Santo Damian kepada Kanisius.
Ia menjelaskan bahwa penghuni kompleks tersebut berasal dari berbagai daerah dan latar belakang.
“Jadi, kehadiran kami di sini dari latar belakang berbeda, kemudian dari daerah berbeda. Dari Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, bahkan dari Palembang, Sumatra—Pulau Sumatra. Jadi ada di sini.” ujarnya.
Menurut Yosef, keberadaan mereka dipersatukan oleh Suster Pervula yang mengajarkan pentingnya mendoakan para donatur dan orang-orang yang telah berbuat baik.
“Kami dipersatukan oleh seorang ibu bernama Suster Pervula. Dan daripadanya, kami diajarkan untuk senantiasa berdoa, terutama untuk para donatur dan orang yang telah berjasa baik.” jelasnya.
Ia mengatakan, keberadaan Lembaga Santo Damian selama ini tidak terlepas dari dukungan para donatur.
“Jadi, terus terang saja, kami di sini hidup dari orang-orang baik. Tempat yang kami tinggal, yang kami huni di sini, itu pemberian orang. Orang dari Jerman melalui tangan Suster Pervula.” kata Yosef.





Tinggalkan Balasan