Kanisius juga mengaitkan pandangannya dengan konsep paradoks sumber daya alam, yakni kondisi ketika suatu wilayah memiliki sumber daya melimpah tetapi masyarakatnya belum menikmati kesejahteraan yang sebanding.
“Sehingga saya paham, begitu. Nah, itu yang terjadi.” ucapnya.
“Jadi sumber daya alamnya kaya, tapi rakyatnya miskin. Dan paradoks itu terjadi juga di kita sini.” ungkap Kanisius.
Ia memastikan Fraksi Gerindra di DPRD Manggarai Barat akan terus mendorong kebijakan yang dinilai berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Sehingga kami dari Fraksi Gerindra akan terus berjuang untuk memastikan harus adil, tidak bisa tidak, begitu, dengan segala keterbatasan kami 3 orang, begitu.” katanya.
Reses di Kompleks Santo Damian tersebut akhirnya tidak hanya menjadi forum penyampaian aspirasi politik, tetapi juga memperlihatkan pertemuan antara fungsi representasi DPRD, kepedulian pelaku usaha, dan kebutuhan masyarakat akan akses infrastruktur.
Pembangunan rabat jalan sekitar 70 meter menjadi contoh awal kolaborasi tersebut. Di sisi lain, aspirasi mengenai kampung ramah disabilitas, ketahanan pangan, serta tata kelola pariwisata memperlihatkan bahwa kebutuhan masyarakat di tingkat kampung bersinggungan langsung dengan persoalan pembangunan Manggarai Barat secara lebih luas.





Tinggalkan Balasan