IPTU Leonardo mengingatkan para nelayan agar tidak mengabaikan perlengkapan keselamatan, termasuk penggunaan life jacket dan pemantauan kondisi cuaca sebelum berangkat melaut.

“Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Kami mengimbau rekan-rekan nelayan untuk selalu memantau prakiraan cuaca sebelum berangkat dan memastikan alat keselamatan siap di atas kapal. Nyawa adalah prioritas utama,” tegasnya.

Perhatian terhadap Sahidin juga menjadi gambaran pendekatan humanis kepolisian di wilayah pesisir Labuan Bajo.

Di tengah tantangan kehidupan nelayan yang bergantung penuh pada kondisi alam, dukungan psikologis dinilai penting agar masyarakat tetap memiliki rasa aman dan kepercayaan diri untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat harus dirasakan bukan hanya saat penegakan hukum, tetapi juga ketika warga menghadapi situasi sulit.

“Kami ingin Polri tidak hanya hadir saat ada penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai pelindung dan pengayom yang memiliki empati tinggi. Kehadiran personel di kediaman saudara Sahidin adalah wujud nyata dari komitmen kami untuk selalu mendampingi masyarakat dalam situasi sesulit apa pun,” kata AKBP Christian.