LABUANBAJOVOICE.COM — Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) resmi membuka pendaftaran Floratama Academy 2026. Program ini menargetkan penguatan kapasitas pelaku usaha pangan lokal agar mampu membangun rantai pasok tangguh serta menghasilkan produk berkualitas dan berdaya saing di Labuan Bajo dan Manggarai Raya.

Pembukaan pendaftaran Floratama Academy 2026 menjadi langkah strategis dalam mempercepat pengembangan sektor ekonomi kreatif berbasis pangan lokal di kawasan pariwisata super prioritas Labuan Bajo.

Program ini menyasar pelaku usaha pangan skala kecil hingga menengah yang telah aktif minimal dua tahun, termasuk petani dan peternak di wilayah Manggarai Raya.

Floratama Academy dirancang sebagai program inkubasi dan pelatihan terpadu yang mencakup peningkatan kualitas produk, manajemen usaha, pengemasan, hingga strategi pemasaran berbasis digital.

Dengan pendekatan ini, BPOLBF ingin memastikan pelaku usaha lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung, menegaskan pentingnya penguatan rantai pasok pangan lokal sebagai fondasi dalam mendukung keberlanjutan pariwisata di Labuan Bajo.

“Ketersediaan bahan pangan, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, masih menjadi tantangan, di mana ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah juga masih cukup tinggi,” ujar Andy dalam keterangannya kepada media, Senin (20/4/2026).

Andhy menambahkan bahwa Floratama Academy 2026 tidak hanya meningkatkan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga memperkuat ekosistem pangan lokal melalui kolaborasi lintas sektor.

“Dalam Floratama Academy 2026 ini, para peserta tidak hanya mendapatkan penguatan kapasitas usaha, tetapi juga akses terhadap jejaring, pasar, serta berbagai peluang pengembangan,” ujar Andy.

Menurut dia, momentum ini menjadi penting untuk menyatukan sisi permintaan dan pasokan secara terintegrasi, sehingga ke depan dapat tercipta rantai pasok pangan lokal yang lebih stabil, efisien, dan berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Program ini juga diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect), mulai dari peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan branding daerah melalui produk pangan unggulan.

Syarat peserta yang dapat mendaftar antara lain:

  • Pelaku usaha pangan lokal aktif minimal dua tahun;
  • Usaha berbasis komunitas/desa;
  • Petani dan peternak di kawasan Manggarai Raya.

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan:
https://bit.ly/DaftarFA26⁠

Batas akhir pendaftaran ditetapkan hingga 31 Mei 2026.

Program ini tidak hanya fokus pada aspek bisnis, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Pelaku usaha akan mendapatkan pendampingan intensif, termasuk akses jejaring pasar dan peluang kolaborasi dengan sektor pariwisata.

Floratama Academy 2026 dipandang sebagai langkah penting dalam menjawab tantangan ketimpangan antara pertumbuhan pariwisata dan kesiapan sektor pendukung lokal.

Jika dijalankan secara konsisten, program ini berpotensi menjadi model pengembangan UMKM berbasis kawasan wisata di Indonesia.**