LABUANBAJOVOICE.COM – Suasana malam takbiran di Kelurahan Tangge, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Ratusan umat Islam dari Kampung Pandang 1, Kampung Pandang 2, dan Kampung Watu Kelambuk menggelar pawai obor sebagai bentuk syukur menyambut Idulfitri 1447 Hijriyah/2026 Masehi.
Kegiatan yang digelar pada Jumat malam tersebut menjadi tradisi tahunan yang terus dijaga oleh masyarakat setempat. Pawai obor ini tidak hanya menjadi simbol perayaan, tetapi juga wujud kebersamaan, persatuan, dan semangat keagamaan yang mengakar kuat di tengah masyarakat.
Ratusan peserta dengan penuh khidmat berjalan kaki sambil membawa obor menyusuri rute yang telah ditentukan. Titik awal dimulai dari Masjid Besar Baitul Taqwa Kampung Pandang, kemudian melewati jalur utama hingga perbatasan Kampung Pandang dengan Kampung Golo Karot.
Setelah itu, rombongan berputar kembali dan mengakhiri perjalanan di kawasan perbatasan jembatan Wae arah, melintasi Jalan Raya Malwatar hingga Kampung Nanggalili.
Sepanjang perjalanan, lantunan takbir, tahmid, dan tahlil menggema, menciptakan suasana religius yang mendalam. Cahaya obor yang berjejer di sepanjang jalan menambah kekhidmatan sekaligus menghadirkan nuansa hangat yang menyatukan warga dari berbagai usia.
Ketua Forum Persatuan Pemuda Pandang (FP3), Nasrin, yang juga menjadi salah satu panitia pawai, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk ekspresi kegembiraan umat Islam dalam menyambut hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan.
“Pawai obor jalan kaki malam ini terasa sangat berkesan. Suasana takbirnya begitu hidup dan membawa makna yang dalam tentang hari kemenangan bagi umat Islam di Kampung Pandang,” ujar Nasrin usai kegiatan.
Ia menambahkan, kegiatan pawai obor ini tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Menurutnya, semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut menjadi nilai penting yang harus terus dijaga.
“Semoga ke depan, pawai obor ini bisa semakin ramai dan meriah. Harapan kami, generasi muda terus menjaga tradisi ini sebagai bagian dari identitas dan kekuatan kebersamaan masyarakat,” imbuhnya.
Tradisi pawai obor di Kampung Pandang telah berlangsung dari tahun ke tahun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idulfitri di wilayah tersebut.
Masyarakat setempat selalu antusias mengikuti kegiatan ini, baik sebagai peserta maupun sebagai penonton yang menyaksikan sepanjang rute perjalanan.
Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar di Jakarta.
Penetapan ini menjadi penanda bagi umat Islam di seluruh Indonesia untuk merayakan Idulfitri secara serentak.
Dengan semangat kebersamaan, pawai obor di Kampung Pandang menjadi gambaran nyata bagaimana nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal berpadu harmonis dalam menyambut hari yang suci.
Tradisi ini diharapkan terus lestari sebagai warisan budaya religius yang memperkuat persatuan umat.**






Tinggalkan Balasan