LABUANBAJOVOICE.COM — Polres Manggarai Barat terus memperkuat kemitraan dengan masyarakat pesisir melalui program unggulan Jumat Curhat. Kali ini, jajaran Satuan Binmas turun langsung menemui warga dan nelayan di Kampung Ujung, Labuan Bajo, Jumat (24/04/2026) pagi.
Kegiatan yang dipimpin Kasat Binmas Polres Mabar, IPTU H. Juharis, menjadi ruang dialog terbuka antara kepolisian dan masyarakat pesisir. Program tersebut tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi jalur cepat untuk menyerap aspirasi, keluhan, hingga kritik warga terhadap pelayanan publik.
Di hadapan para nelayan lintas pulau, IPTU H. Juharis memberi perhatian khusus terhadap keselamatan saat melaut di tengah cuaca yang kerap berubah ekstrem di wilayah perairan Manggarai Barat.
“Kami mengimbau kepada bapak-bapak sekalian, khususnya para nelayan, agar selalu mengutamakan keselamatan. Cuaca saat ini sering tidak menentu, tolong perhatikan informasi dari otoritas terkait agar aktivitas melaut tidak berisiko,” tegas Kasat Binmas di tengah dialog.
Ia juga meminta para nelayan tidak memaksakan diri turun ke laut ketika gelombang tinggi dan kondisi cuaca memburuk.
“Nyawa jauh lebih berharga daripada hasil tangkapan. Pastikan alat keselamatan seperti life jacket selalu tersedia di atas kapal,” tuturnya.
Selain faktor keselamatan, persoalan ketersediaan dan stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi isu utama yang disampaikan warga.
Menjawab keresahan nelayan, IPTU Juharis memastikan distribusi BBM di wilayah Manggarai Barat masih aman dan terus diawasi aparat.
“Terkait BBM, kami sampaikan bahwa ketersediaan stok di wilayah kita masih dalam kondisi aman. Kami dari kepolisian terus memantau distribusinya agar tepat sasaran bagi para nelayan. Jadi, bapak-bapak tidak perlu terpengaruh oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya mengenai lonjakan harga bensin,” jelas Mantan Kapolsek Sano Nggoang itu.
Kepastian tersebut disambut positif para nelayan. Ahmad, nelayan asal Pulau Mesa, mengaku informasi itu penting bagi keberlangsungan ekonomi keluarga nelayan.
“Terkait Jumat Curhat yang dilaksanakan oleh Polres Mabar, kami selaku masyarakat nelayan Pulau Mesa mengucapkan terima kasih karena sudah mendapatkan informasi bahwa harga bensin tidak mengalami kenaikan. Dengan begitu, aktivitas kami tidak terganggu saat melaut,” ungkap Ahmad dengan nada lega.
Senada, Tomi mengapresiasi langkah kepolisian yang turun langsung memberikan peringatan terkait potensi bahaya cuaca buruk.
“Terima kasih banyak untuk Polres Mabar yang selalu mengingatkan kami akan cuaca yang tidak menentu ini. Semoga dengan adanya imbauan dari Bapak Polisi, kami akan selalu sadar untuk berhati-hati saat melaut,” ucap Tomi.
Kasat Binmas berharap program Jumat Curhat terus menjadi sarana mempererat hubungan masyarakat dengan institusi Polri.
Menurutnya, komunikasi langsung di lapangan efektif memangkas jarak birokrasi dan mempercepat penyelesaian persoalan warga.
“Kegiatan ini terbukti efektif memangkas jarak antara petugas dan warga, sehingga setiap kendala di lapangan dapat dicarikan solusinya bersama-sama,” ujarnya.
Program berbasis dialog seperti ini diproyeksikan terus diperluas ke kawasan pesisir dan pulau-pulau sekitar Labuan Bajo.
Di tengah tantangan cuaca ekstrem dan kebutuhan ekonomi nelayan, kehadiran negara secara langsung dinilai menjadi kebutuhan mendesak.**






Tinggalkan Balasan