“Aksi ini adalah sikap politik sekaligus konsolidasi. NasDem tidak boleh berhenti bergerak,” katanya.
Ia juga menginstruksikan seluruh kader untuk tetap solid dan fokus memperkuat struktur partai di daerah, terutama dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
Kasus ini menyoroti kembali relasi antara partai politik dan media massa di Indonesia. Di satu sisi, media memiliki kebebasan untuk menyampaikan opini.
Di sisi lain, partai politik menuntut pemberitaan yang dianggap adil dan berimbang.
Ketegangan seperti ini kerap menjadi bagian dari dinamika demokrasi, khususnya ketika opini publik dibentuk melalui media yang memiliki pengaruh luas.**
Halaman






Tinggalkan Balasan