Kedua, tambah dia, tudingan bahwa NasDem menjalankan politik pragmatis dianggap tidak berdasar, mengingat partai tersebut mengklaim konsisten dengan politik tanpa mahar.
Ketiga, kata Endi, tulisan itu dinilai mengabaikan prinsip dasar jurnalistik, terutama akurasi dan keberimbangan informasi.
DPW NasDem NTT secara resmi melayangkan ultimatum kepada redaksi Tempo. Mereka menuntut tiga hal utama yaitu permintaan maaf tertulis dalam waktu 1×24 jam, pemuatan permintaan maaf selama empat edisi berturut-turut, dan penghentian framing serupa terhadap partai dan pimpinan NasDem.
Endi, yang juga menjabat Bupati Manggarai Barat dua periode, menegaskan bahwa partainya siap menempuh langkah lanjutan jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.
“Kalau tidak diindahkan, kami siap tempuh langkah lanjutan, termasuk mendatangi kantor Tempo,” tegasnya.
Di balik tekanan terhadap media, Endi menegaskan aksi ini juga memiliki dimensi internal. Demonstrasi serentak dinilai sebagai momentum konsolidasi kader di seluruh wilayah NTT.






Tinggalkan Balasan