Menurut Jahidin, potensi tersebut harus dimanfaatkan dengan menyiapkan sumber daya manusia lokal agar mampu mengambil peran dalam berbagai sektor yang tumbuh seiring perkembangan pariwisata.

“Pengembangan kawasan pariwisata harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa. Pemerintah desa harus mampu menyinergikan potensi lokal dengan perkembangan kawasan ITDC agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara adil dan merata oleh seluruh warga,” ujarnya.

Dalam gagasan pembangunannya, Jahidin mengusung empat pilar yang menjadi fokus utama.

Pertama, penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan potensi dan usaha warga.

Kedua, peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama untuk menyiapkan masyarakat agar mampu mengambil peluang dari perkembangan sektor pariwisata.

Ketiga, pembangunan infrastruktur lokal, termasuk pembangunan yang menjangkau wilayah hingga tingkat RT/RW.

Keempat, pelestarian budaya sebagai bagian penting dari identitas masyarakat Golo Mori sekaligus modal sosial dalam pengembangan pariwisata.