Menurutnya, nilai keberlanjutan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Festival Golo Koe karena pariwisata Labuan Bajo harus berjalan seiring dengan kehidupan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Bagi kami, Festival Golo Koe merupakan bagian dari promosi kepariwisataan daerah, sekaligus menjadi motor penggerak bagi nilai-nilai keberlanjutan ekologis dan kehidupan di sini,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Festival Golo Koe tidak ditempatkan semata sebagai agenda keagamaan, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkenalkan identitas lokal kepada wisatawan sekaligus menguatkan kesadaran terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Dukungan terhadap Festival Golo Koe juga disampaikan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy M.T. Marpaung, menilai Festival Golo Koe menjadi ruang yang memperkaya pengalaman wisatawan karena menghadirkan sisi Labuan Bajo yang tidak hanya berkaitan dengan panorama alam dan destinasi wisata.
“BPOLBF mendukung penyelenggaraan Festival Golo Koe. Event ini menjadi salah satu ruang yang mempertemukan wisatawan dengan kehidupan masyarakat, budaya, seni, dan nilai-nilai lokal yang menjadi bagian penting dari Labuan Bajo,” ujar Andhy.





Tinggalkan Balasan