Widiyanti menegaskan, konsep tersebut sejalan dengan arah pengembangan pariwisata berkualitas yang tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dan kehidupan lokal tetap berkelanjutan.
“Inilah pariwisata berkualitas, ketika pengalaman wisatawan tumbuh bersama manfaat ekonomi dan keberlanjutan kehidupan lokal,” ujar Menteri Pariwisata.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Keuskupan Labuan Bajo, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, serta seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam pengembangan Festival Golo Koe hingga menjadi salah satu event unggulan Indonesia.
Widiyanti berharap Festival Golo Koe dapat terus mengiringi perjalanan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang berkembang bersama masyarakat tanpa kehilangan akar budaya dan nilai lokal.
Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, mengatakan Festival Golo Koe tidak hanya menjadi perayaan iman bagi umat. Festival tersebut juga memiliki dimensi sosial, budaya, pariwisata, dan ekologis.





Tinggalkan Balasan