Martini juga mengingatkan peserta agar pelatihan dapat menjadi bekal untuk menghadapi berbagai situasi di lapangan.

“Jadikan pelatihan ini sebagai bekal kita semua dengan memastikan bahwa setiap individu dapat mengidentifikasi risiko, mengedukasi wisatawan dengan tegas dan santun, serta melakukan penanganan darurat dengan cepat dan tepat,” lanjutnya.

Sementara itu, Plt. Direktur Utama BPOLBF, Andhy Marpaung, menilai pemandu memiliki posisi penting dalam membentuk pengalaman wisatawan ketika melakukan aktivitas wisata.

“Pemandu wisata merupakan bagian penting dari pengalaman wisatawan.” ujar Andy.

Menurut Andhy, kompetensi pemandu tidak berhenti pada kemampuan teknis. Pemandu juga perlu memahami kondisi wisatawan, memberikan pelayanan, mengenali potensi risiko, serta mampu mengambil tindakan ketika menghadapi keadaan darurat.

Karena itu, lanjut Andy, kompetensi tidak hanya berbicara tentang kemampuan teknis, tetapi juga bagaimana memberikan pelayanan yang baik, memahami kondisi wisatawan, mengenali potensi risiko, serta mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat, dan ini hal dapat didukung oleh tenaga berkompetensi yang tersertifikasi.