Rasyid mengatakan teknologi dan berbagai platform digital telah membantu memperkenalkan serta memudahkan akses wisatawan menuju Labuan Bajo. Namun, pengalaman yang diperoleh wisatawan selama berada di destinasi tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh teknologi.
“Yang membuat orang datang ke sini itu banyak. Teknologi digital, misalnya, membuat orang bisa datang ke Labuan Bajo. Tetapi yang membuat orang mau datang kembali ke Labuan Bajo adalah pengalaman. Ada sentuhan personal dan pelayanan dari Bapak dan Ibu semua yang tidak dapat digantikan oleh teknologi,” ungkapnya.
Menurut Rasyid, sejumlah platform dan layanan digital, mulai dari Si Ora, Gendang Mabar, hingga platform pemesanan perjalanan seperti Tiket.com, dapat membantu menarik wisatawan berkunjung.
Namun, pelayanan yang diterima wisatawan selama berada di destinasi menjadi bagian penting dari pengalaman perjalanan.
“Kalau teknologi kita bagus, tetapi kualitas pelayanan kita tidak cukup bagus, jangan berharap orang mau datang kembali ke Labuan Bajo.” tegas Rasyid.





Tinggalkan Balasan