Ia mengatakan data juga menunjukkan adanya indikasi wisatawan untuk kembali mengunjungi Labuan Bajo. Kualitas pelayanan menjadi salah satu variabel yang berkaitan dengan pengalaman tersebut.

“Data juga menunjukkan bahwa indikasi wisatawan untuk datang kembali ke Labuan Bajo cukup besar, dan salah satu variabel penentunya adalah pelayanan, yaitu kualitas pelayanan,” katanya.

Penguatan kualitas pelayanan tersebut menjadi salah satu tujuan pelatihan bagi pemandu wisata snorkeling yang berlangsung selama tiga hari.

Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Martini M. Paham, mengatakan aspek keamanan menjadi fondasi penting dalam membangun kualitas pariwisata dan kepercayaan wisatawan.

”Keamanan adalah fondasi dari kualitas pariwisata. Pariwisata yang maju adalah pariwisata yang aman. Tanpa rasa aman, tidak akan ada kepercayaan wisatawan. Semua itu tergantung dari pengalaman wisatawan, dan yang membuat mereka kembali lagi adalah kepercayaan dan rasa aman yang dihadirkan oleh teman-teman semua,” ujar Martini saat membuka kegiatan pelatihan.