Tidak hanya pelatihan, rencananya juga akan digelar kompetisi kemampuan bahasa Mandarin bagi pegawai imigrasi. Kompetisi itu disebut akan melibatkan media sosial sebagai sarana seleksi dan promosi.

“Nanti ada semacam lomba untuk pegawai imigrasi yang fasih bahasa Mandarin. Mereka bisa daftar melalui Instagram dan akan mendapat hadiah,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Konjen RRT turut menyampaikan usulan terkait penulisan identitas wilayah dalam dokumen keimigrasian.

Menurut Charles, pihak Konjen meminta agar kategori penulisan tidak hanya menggunakan istilah “country”, tetapi juga “countries and region”.

“Karena seperti Macau, Taiwan, dan Hong Kong dianggap bagian dari China, sehingga diusulkan penulisannya menjadi countries and region,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Labuan Bajo, Charles Christian Mathaus, disebut menyampaikan apresiasi atas masukan dan dukungan dari pihak Konjen RRT, terutama terkait pelatihan bahasa Mandarin bagi petugas.

“Mereka bersyukur karena memang wisatawan China cukup dominan dan pelatihan bahasa Mandarin sangat membantu pelayanan di imigrasi,” ujar Charles Angliwarman.