“Permintaan dari Konjen supaya nanti ada juga petugas imigrasi yang bisa berbahasa Mandarin dalam berkomunikasi dengan turis China. Karena hampir 90 persen turis China ke Labuan Bajo, dan tempat pertama yang mereka temui adalah imigrasi sebelum keluar dari bandara,” kata Charles Angliwarman usai pertemuan.

Menurut dia, kemampuan bahasa Mandarin penting agar petugas dapat melakukan pemeriksaan awal secara lebih efektif terhadap wisatawan asing.

“Imigrasi bisa menanyakan identitas mereka, menginap di mana, datang dengan siapa, dan kegiatan apa yang akan dilakukan selama di Labuan Bajo,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, pihak Konjen RRT juga mendorong agar tersedia papan informasi atau tanda petunjuk dalam bahasa Mandarin di area imigrasi guna memudahkan wisatawan asal China memahami prosedur kedatangan.

Selain itu, dibahas pula program pelatihan bahasa Mandarin bagi petugas imigrasi yang sudah mulai dilakukan beberapa pekan terakhir dengan melibatkan tenaga pengajar asal China.

“Sudah ada guru dari China yang mengajar orang-orang imigrasi beberapa minggu lalu supaya mereka bisa fasih berkomunikasi,” kata Charles.