Untuk memenuhi kebutuhan stok, Bulog juga mengandalkan pengadaan dari wilayah lokal serta pasokan luar daerah berdasarkan penugasan kantor wilayah maupun pemerintah pusat.

Sepanjang 2026, sekitar 500 ton beras telah didatangkan dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Selatan.

Sementara itu, pengadaan dari wilayah Manggarai Barat telah mencapai hampir 1.000 ton sejak Januari hingga 2 November 2026.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa strategi Bulog dalam menjaga ketersediaan beras di Manggarai Barat tidak hanya bertumpu pada satu sumber pasokan.

Di tengah perkembangan sektor pariwisata Labuan Bajo, keberadaan cadangan beras pemerintah dan mekanisme pemerataan stok menjadi instrumen penting untuk menjaga ketersediaan pangan serta mengantisipasi gejolak harga.

Meski demikian, pengelolaan pasokan tetap perlu memperhatikan perkembangan kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah agar stabilitas pangan dapat terjaga.**