Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ketersediaan beras, terutama ketika terjadi kekurangan pasokan di daerah tertentu.

Selain menjaga ketersediaan, Bulog juga memiliki instrumen intervensi pasar apabila terjadi kenaikan harga beras.

Karyudi menjelaskan, beras cadangan pemerintah dapat dikeluarkan melalui program Operasi Pasar (OP) atau mekanisme penyaluran dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPM), sebagaimana disampaikan dalam keterangannya.

“Pada saat nanti harga tinggi atau apa, baru kita keluarkan dalam bentuk OP atau dengan HPM seperti itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, mekanisme pemerataan stok akan dilakukan apabila pengadaan beras yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan wilayah.

Dalam konteks Manggarai Barat, Bulog saat ini memiliki stok sekitar 1.312 ton yang tersimpan di dua gudang, yakni Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, dan Kelurahan Tangge, Kecamatan Lembor.

Dari jumlah tersebut, sekitar 800 ton berada di gudang Tangge, sedangkan sisanya tersimpan di gudang Batu Cermin.