LABUANBAJOVOICE.COM — Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat dari Partai Perindo, Hasanudin, melanjutkan agenda reses Masa Sidang II Tahun 2025–2026 dengan menyerap aspirasi masyarakat di Kampung Translok, Blok C, Desa Golo Tanggar, Kecamatan Komodo, Selasa malam (31/3/2026).

Kegiatan ini menjadi titik kedua setelah sebelumnya ia menggelar reses di Kampung Mbuhung, Desa Tiwu Nampar, pada siang hari.

Ratusan warga dari berbagai kalangan, mulai dari pemuda hingga orang tua, tampak antusias menghadiri pertemuan tersebut.

Kehadiran Hasanudin, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Perindo Manggarai Barat, disambut hangat masyarakat di bawah tenda sederhana yang telah disiapkan.

Pada kesempatan itu, Hasanudin menegaskan pentingnya kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat untuk mendengar langsung kebutuhan riil warga.

“Kehadiran kami di sini bukan sekadar formalitas. Ini bagian dari tanggung jawab untuk mendengar dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Semua usulan akan kami catat dan bawa dalam pembahasan di DPRD,” ujar Hasanudin.

Mayoritas aspirasi warga yang disampaikan dalam reses tersebut berkaitan dengan kondisi infrastruktur jalan yang dinilai masih memprihatinkan.

Warga menilai akses jalan yang buruk menghambat aktivitas ekonomi, khususnya di sektor pertanian.

Menanggapi hal itu, Hasanudin mengakui bahwa perbaikan jalan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat.

“Jalan adalah kebutuhan dasar. Kalau akses bagus, masyarakat akan lebih semangat bertani dan beraktivitas ekonomi. Ini akan kami perjuangkan, meskipun harus menyesuaikan dengan kondisi anggaran,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa keterbatasan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat turut berdampak pada kemampuan daerah dalam merealisasikan program pembangunan.

“Kalau tidak terdampak efisiensi anggaran, saya bisa lebih optimistis. Namun tetap, aspirasi ini akan kami perjuangkan melalui pembahasan di DPRD dan komunikasi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Selain infrastruktur, Hasanudin juga mendorong masyarakat memanfaatkan lahan kosong untuk kegiatan produktif, khususnya pertanian hortikultura seperti sayur dan buah.

Hal ini dinilai sejalan dengan peluang pasar dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kebutuhan dapur MBG itu besar. Kalau masyarakat bisa tanam sayur dan buah, itu bisa langsung diserap. Ini peluang ekonomi yang harus dimanfaatkan,” kata Hasanudin.

Ia berjanji akan berkoordinasi dengan dinas pertanian untuk mendukung penyediaan bibit dan program pemberdayaan kelompok tani di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Hasanudin juga memberikan bantuan awal sebesar Rp2 juta untuk perbaikan atap mushola yang mengalami kebocoran. Bantuan tersebut diharapkan menjadi stimulan bagi gotong royong warga.

Selain itu, ia menanggapi aspirasi terkait status desa definitif dan kendala nomor registrasi desa yang menjadi syarat pencairan dana desa dari pemerintah pusat.

“Yang paling penting saat ini adalah nomor registrasi desa di kementerian. Kalau itu sudah ada, maka desa berhak mendapatkan dana desa. Ini sedang diperjuangkan oleh pemerintah daerah,” jelasnya.

Dalam dialog, warga juga menyoroti ketimpangan distribusi program MBG di sejumlah sekolah.

Disebutkan bahwa TK Cendikiawan Translok yang bersebelahan dengan MTs Hidayatullah Mburak sudah menerima program tersebut, sementara MTs tersebut dan SDI Negeri Macang Tanggar belum mendapatkannya meski lokasinya berdekatan.

Menanggapi hal ini, Hasanudin berjanji akan menelusuri mekanisme distribusi program tersebut.

“Kami akan koordinasikan dengan pihak terkait, termasuk pengelola dapur MBG. Harus jelas alurnya supaya tidak ada sekolah yang terlewat,” ujarnya.

Politisi muda itu menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang dihimpun akan dimasukkan dan akan ditindaklanjuti untuk dibahas lebih lanjut bersama pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD).

“Semua usulan akan kami input dalam SIPD dan dibahas dalam rapat internal DPRD. Ini menjadi bagian dari laporan dan tanggung jawab kami kepada masyarakat,” katanya.

Ia berharap kondisi ekonomi nasional ke depan semakin membaik sehingga lebih banyak aspirasi masyarakat dapat direalisasikan.**