Pasca-gempa, Stefanus mengatakan rumahnya telah didata oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Belang Turi sebagai salah satu bangunan terdampak bencana.
“Benar rumah saya ini sudah di data sebagai korban akibat gempa oleh Pemdes,” ujarnya.
Namun, hingga Sabtu (22/8/2026), Stefanus mengaku belum menerima bantuan resmi dari pemerintah di tingkat yang lebih tinggi.
Menurut dia, bantuan yang telah diterima setelah rumahnya runtuh berupa sembako dari PT Pupuk Indonesia.
“Usai kejadian saya mendapat bantuan sembako dari PT Pupuk Indonesia. Untuk bantuan resmi dari Pemerintah belum sama sekali. Jangankan bantuan, datang untuk melihat saja tidak ada, kecuali Pemdes yang telah hadir mendokumentasi keadaan rumah ini,” jelasnya.
Stefanus berharap pendataan yang telah dilakukan pemerintah desa dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat.
Ia tidak hanya berharap bantuan material, tetapi juga kehadiran pemerintah untuk melihat langsung kondisi warga yang rumahnya rusak atau runtuh akibat gempa.





Tinggalkan Balasan