Penguatan kapasitas usaha juga didukung melalui sesi akses pembiayaan yang menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Pusat Investasi Pemerintah. Dalam sesi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai alternatif pembiayaan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha.
Sementara itu, Asisten Deputi Sistem Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Muhamad Mawardi, menegaskan bahwa tantangan utama Manggarai Barat saat ini bukan sekadar meningkatkan produksi pangan, melainkan membangun sistem rantai pasok yang terintegrasi, efisien, dan memiliki nilai tambah tinggi.
“Tantangan utama Kabupaten Manggarai Barat bukan pada menghasilkan lebih banyak pangan, tetapi bagaimana membangun rantai pasok pangan yang lebih terintegrasi dan bernilai tinggi. Labuan Bajo memiliki peluang besar menjadi showcase nasional pengembangan ekosistem pangan lokal yang mengintegrasikan pertanian, entrepreneurship, logistik, dan kepariwisataan,” ungkap Mawardi.





Tinggalkan Balasan