Materi tersebut memberikan gambaran kebutuhan riil industri perhotelan dan layanan pemenuhan gizi yang berkembang di kawasan tersebut.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi tentang kewirausahaan dan penguatan jaringan usaha dalam rantai pasok pangan pariwisata dari Sekretaris Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Chrispin Mesima.
Chrispin menilai perkembangan pesat Labuan Bajo harus mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal, terutama pelaku UMKM pangan. Karena itu, diperlukan penguatan kolaborasi antara sektor pariwisata dengan produsen pangan lokal.
Ia menjelaskan sejumlah strategi yang dapat dilakukan, antara lain membangun kemitraan antara hotel dan resort dengan kelompok tani maupun nelayan, meningkatkan penggunaan produk lokal di hotel, restoran, dan kapal wisata, serta memperluas promosi melalui festival kuliner dan pasar UMKM.
“Labuan Bajo sampai dengan hari ini berkembang dengan sangat pesat. Perkembangan ini harus menjadi peluang bagi masyarakat lokal untuk mengambil peran lebih besar dalam rantai ekonomi pariwisata, salah satunya melalui penguatan UMKM pangan lokal yang terhubung dengan industri pariwisata,” jelas Chrispin.





Tinggalkan Balasan