“Sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas nasional, Labuan Bajo terus mengalami pertumbuhan yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan pangan,” ujar Andy.

“Kondisi ini menghadirkan peluang ekonomi yang besar bagi pelaku usaha lokal, namun juga menuntut kesiapan dari sisi kualitas produk, kontinuitas pasokan, standar keamanan pangan, pengemasan, hingga kemampuan distribusi dan pemasaran,” tambahnya.

Menurut Andhy, tahap mentoring dirancang agar peserta tidak hanya memahami potensi pasar yang tersedia, tetapi juga mampu menyiapkan usaha mereka untuk menjadi bagian dari rantai pasok pangan yang berkelanjutan dan terintegrasi dengan sektor pariwisata.

“Melalui proses pendampingan ini, para pelaku usaha diharapkan mampu memperkuat kapasitas usaha, meningkatkan kualitas produk, serta membangun jejaring dengan industri pariwisata sehingga tercipta ekosistem pangan lokal yang lebih tangguh di Labuan Bajo Flores,” tambahnya.

Pada hari pertama mentoring, peserta memperoleh pemahaman mengenai kebutuhan pangan sektor pariwisata melalui materi Overview Kebutuhan Pangan di Labuan Bajo Flores yang disampaikan oleh General Manager Luwansa Beach Resort Labuan Bajo bersama Kepala SPPG Batu Cermin.