Sementara itu, Uskup Regus menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berkelanjutan yang terjalin antara Keuskupan Labuan Bajo dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam menyelenggarakan Festival Golo Koe.
“Festival Golo Koe ini dilandasi oleh semangat kebersamaan dan didukung oleh semangat kolaborasi kita bersama,” ujarnya.
Ia berharap Labuan Bajo ke depan tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga menjadi ruang transformasi spiritual, sosial, dan ekonomi yang mendukung keberlanjutan kehidupan bersama.
Peluncuran Festival Golo Koe 2026 sekaligus menjadi penanda dimulainya berbagai gerakan kolektif untuk mewujudkan komitmen “Saatnya Bekerja untuk Iklim” melalui tindakan nyata dalam menjaga bumi, laut, dan seluruh kehidupan yang ada di dalamnya.**





Tinggalkan Balasan