Festival tersebut juga telah memperoleh pengakuan nasional sebagai salah satu dari 10 festival unggulan dalam Kalender Event Nasional dan menjadi satu-satunya festival dari luar Jawa dan Bali yang masuk dalam daftar tersebut.
Dalam arahannya kepada panitia penyelenggara, Bupati Endi menekankan tiga prinsip utama yang harus menjadi fondasi pelaksanaan Festival Golo Koe 2026.
Pertama, menjaga nilai spiritualitas agar festival tetap menjadi ruang refleksi dan transformasi iman.
Kedua, memastikan keberpihakan kepada pelaku ekonomi lokal, khususnya UMKM, petani, dan nelayan.
Ketiga, menerapkan konsep Green Festival dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mengelola sampah secara bertanggung jawab, serta menerapkan prinsip zero waste dalam seluruh rangkaian kegiatan.
“Tantangan lingkungan yang mahabesar ini tidak akan pernah bisa diselesaikan oleh pemerintah sendirian. Mari kita perkuat kolaborasi, sekat-sekat ego sektoral harus kita runtuhkan. Kita harus memobilisasi aksi nyata untuk menjaga kelestarian lingkungan,” tegasnya.





Tinggalkan Balasan