Sinergi tersebut menjadi salah satu kunci agar Festival Golo Koe dapat berkembang sebagai agenda tahunan yang semakin berkualitas sekaligus memiliki daya tarik lebih luas.

Festival ini juga membawa pesan bahwa pengembangan pariwisata di Flores tidak harus memisahkan aspek ekonomi dari budaya, spiritualitas, dan lingkungan.

Justru, keempat aspek tersebut dapat dipadukan untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih bermakna sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 akan berlangsung pada 10–15 Agustus 2026 di Labuan Bajo.

Berikut rangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan:

  • 10 Agustus: Pameran UMKM Ekonomi Kreatif dan Kuliner serta Pentas Seni Budaya Nusantara.
  • 11 Agustus: Kebangunan Rohani Katolik (KRK), edukasi, dan aksi ekologis.
  • 12 Agustus: Kegiatan sosial karitatif, Karnaval Budaya, serta Tarian Kolosal Maria Assumpta Nusantara.
  • 13 Agustus: Teater Budaya Manggarai dan Pertunjukan Caci di Lapangan SMAK Seminari Menengah St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo.
  • 14 Agustus: Prosesi Akbar Maria Assumpta Nusantara.
  • 15 Agustus: Misa Akbar Maria Assumpta Nusantara dan seremoni penutupan.

Melalui tema “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan”, Festival Golo Koe 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat persaudaraan, merawat alam Flores, sekaligus memperluas manfaat pariwisata bagi masyarakat.