Puncak kegiatan akan berlangsung melalui Prosesi Akbar Maria Assumpta Nusantara pada 14 Agustus, kemudian dilanjutkan dengan Misa Akbar Maria Assumpta Nusantara dan seremoni penutupan pada 15 Agustus 2026.

Plt. Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Andhy M.T. Marpaung, Sabtu (8/8/2026), mengatakan Festival Golo Koe menjadi gambaran bahwa perkembangan pariwisata dapat berjalan beriringan dengan nilai budaya, spiritualitas, dan keberlanjutan lingkungan.

“Festival Golo Koe menunjukkan bahwa pariwisata tidak hanya berbicara tentang destinasi, tetapi juga tentang makna perjalanan. Melalui tema tahun ini, kita diajak membangun kebersamaan dalam merawat keutuhan ciptaan sekaligus memperkenalkan Flores sebagai destinasi wisata religi dan budaya yang berkualitas serta berkelanjutan.” ungkapnya.

Menurut Andhy, kekuatan Festival Golo Koe terletak pada kemampuannya menghadirkan pengalaman wisata yang lebih beragam. Labuan Bajo dan Flores tidak hanya memiliki daya tarik alam, tetapi juga menyimpan kekayaan tradisi, budaya, dan spiritualitas yang dapat menjadi bagian dari pengalaman perjalanan wisatawan.