Hal tersebut menjadi penting di tengah upaya mendorong Labuan Bajo-Flores sebagai destinasi pariwisata yang menawarkan pengalaman lebih dari sekadar keindahan alam.

Festival Golo Koe juga diharapkan memberikan efek ekonomi yang lebih luas kepada masyarakat.

Peningkatan kunjungan selama pelaksanaan festival berpotensi menggerakkan berbagai sektor, mulai dari akomodasi, kuliner, UMKM, ekonomi kreatif, hingga jasa transportasi lokal.

Dengan demikian, festival tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi yang dapat dirasakan pelaku usaha dan masyarakat di Labuan Bajo.

Konsep tersebut sejalan dengan semangat pariwisata berkualitas dan berkelanjutan yang menempatkan masyarakat lokal sebagai bagian penting dari ekosistem destinasi.

BPOLBF terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam penyelenggaraan Festival Golo Koe. Kolaborasi tersebut melibatkan Keuskupan Labuan Bajo, pemerintah daerah, Kementerian Pariwisata, komunitas, pelaku usaha, serta masyarakat.