Fatinci juga mendorong pemanfaatan pasar online untuk memperluas pemasaran produk lokal yang dihasilkan perempuan NTT.

“Produk kita bagus dan memiliki karakter yang kuat. Tantangannya adalah bagaimana meningkatkan kualitas, kemasan, branding dan memperluas pasarnya. Karena itu, pasar online menjadi salah satu ruang yang harus kita manfaatkan,” ujarnya.

Di sisi lain, DWP Provinsi NTT di bawah kepemimpinan Fatinci akan membuka ruang kolaborasi dengan TP PKK Provinsi NTT dan organisasi perempuan lainnya.

“Banyak hal yang bisa kita kerjakan bersama. Kita tidak ingin berjalan sendiri-sendiri. DWP, TP PKK dan organisasi perempuan lainnya memiliki ruang untuk saling mendukung dan berkolaborasi dalam membangun keluarga dan masyarakat NTT,” tutur Fatinci.

Fatinci berharap estafet kepemimpinan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah.

“Harapan saya, DWP NTT menjadi organisasi yang penuh kebersamaan, penuh energi positif dan mampu melahirkan terobosan-terobosan yang sesuai dengan potensi daerah. Kita mulai dari silaturahmi, kemudian bergerak bersama, berkolaborasi dan berkarya untuk keluarga dan masyarakat NTT. Ayo bangun NTT, ” pungkasnya.**