LABUANBAJOVOICE.COM – Estafet kepemimpinan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi berganti. Ny. Fatinci Reynilda Sodo menerima jabatan sebagai Ketua DWP Provinsi NTT dalam acara serah terima jabatan, Jumat (18/9/2026).
Serah terima jabatan tersebut menjadi momentum peralihan kepemimpinan sekaligus awal bagi Fatinci untuk menjalankan program kerja DWP Provinsi NTT bersama jajaran pengurus dan anggota.
Usai menerima amanah tersebut, Fatinci mengatakan langkah awal yang akan dilakukan adalah membangun silaturahmi dengan seluruh pengurus dan anggota DWP Provinsi NTT serta unsur pelaksana (UP) DWP di seluruh kabupaten/kota.
“Pertama-tama saya ingin membangun silaturahmi dengan seluruh pengurus dan anggota DWP Provinsi NTT maupun UP DWP kabupaten/kota. Kita ingin saling mengenal, membangun kebersamaan dan bekerja sebagai satu keluarga besar DWP NTT,” ujar Fatinci usai serah terima jabatan, Jumat (18/9/2026).
Menurut Fatinci, pergantian kepemimpinan bukan sekadar perubahan posisi dalam struktur organisasi. Momentum tersebut menjadi bagian dari kesinambungan kerja organisasi untuk memperkuat peran DWP dalam mendukung keluarga dan masyarakat.
Ia menyampaikan, program kerja ke depan akan diawali dengan rapat rutin bersama jajaran pengurus untuk memetakan program yang sudah berjalan serta potensi yang dapat dikembangkan masing-masing UP DWP.
Fatinci juga menyiapkan kegiatan olahraga bersama setiap Jumat sebagai salah satu agenda awal. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menjaga kesehatan sekaligus mempererat komunikasi antaranggota.
“Olahraga bersama bukan hanya untuk kesehatan, tetapi menjadi kesempatan bagi kita untuk bertemu, berkomunikasi dan mempererat tali silaturahmi. Dari kebersamaan itu kita bisa membangun energi positif untuk bekerja bersama,” katanya.
Dalam kepemimpinan baru tersebut, Fatinci turut memberi perhatian terhadap potensi produk lokal dan UMKM yang dikembangkan anggota DWP di berbagai daerah.
Ia menyebut potensi tenunan, pangan lokal, kerajinan, budaya dan produk kreatif lainnya perlu dikembangkan dengan menyesuaikan karakteristik setiap daerah.
“Kita ingin melihat apa yang menjadi kekuatan masing-masing UP. Ada daerah yang kuat di tenunan, ada yang memiliki produk pangan lokal, kerajinan, budaya dan potensi lainnya. Potensi-potensi ini yang perlu kita dorong agar semakin berkembang dan memiliki daya saing,” jelasnya.
Fatinci juga mendorong pemanfaatan pasar online untuk memperluas pemasaran produk lokal yang dihasilkan perempuan NTT.
“Produk kita bagus dan memiliki karakter yang kuat. Tantangannya adalah bagaimana meningkatkan kualitas, kemasan, branding dan memperluas pasarnya. Karena itu, pasar online menjadi salah satu ruang yang harus kita manfaatkan,” ujarnya.
Di sisi lain, DWP Provinsi NTT di bawah kepemimpinan Fatinci akan membuka ruang kolaborasi dengan TP PKK Provinsi NTT dan organisasi perempuan lainnya.
“Banyak hal yang bisa kita kerjakan bersama. Kita tidak ingin berjalan sendiri-sendiri. DWP, TP PKK dan organisasi perempuan lainnya memiliki ruang untuk saling mendukung dan berkolaborasi dalam membangun keluarga dan masyarakat NTT,” tutur Fatinci.
Fatinci berharap estafet kepemimpinan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah.
“Harapan saya, DWP NTT menjadi organisasi yang penuh kebersamaan, penuh energi positif dan mampu melahirkan terobosan-terobosan yang sesuai dengan potensi daerah. Kita mulai dari silaturahmi, kemudian bergerak bersama, berkolaborasi dan berkarya untuk keluarga dan masyarakat NTT. Ayo bangun NTT, ” pungkasnya.**





Tinggalkan Balasan