Menurut dia, transformasi birokrasi harus diikuti budaya kerja adaptif, inovatif, kolaboratif, dan responsif terhadap dinamika lokal maupun global, terutama karena Manggarai Barat kini menjadi salah satu daerah penyangga destinasi super prioritas nasional.
Ia meminta pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dan menunjukkan kinerja nyata yang terukur.
“Kehadiran saudara-saudari yang baru dilantik bukan pembuat masalah. Jadilah pribadi yang diidolakan masyarakat, tetap tegas, tetap sejuk, dan menjadi pengayom bagi semua,” katanya.
Dalam arahannya, Endi memberi perhatian khusus terhadap sektor-sektor strategis yang dianggap menentukan masa depan Manggarai Barat, mulai dari pariwisata, kesehatan, ketahanan pangan hingga hilirisasi industri.
Dalam pidatonya, Endi juga memberi peringatan tegas bahwa jabatan bukan posisi permanen. Evaluasi terhadap pejabat pimpinan tinggi pratama akan dilakukan secara berkala setiap enam bulan.
“Kalau dipandang perlu dirotasi atau sesuai penilaian kinerja tidak lagi menduduki jabatan ini, itu bukan keinginan saya atau wakil bupati, tetapi karena kinerja bapak ibu sekalian,” katanya.






Tinggalkan Balasan