Ia menekankan, pejabat yang baru dilantik harus mampu menjaga persatuan internal birokrasi dan menghindari konflik yang dapat mengganggu stabilitas pemerintahan daerah.

“Tanpa kebersamaan di unit kerja yang kalian pimpin tidak akan mungkin sukses,” ujarnya.

Endi juga mengingatkan seluruh pejabat agar menjaga tutur kata dan tidak memprovokasi lingkungan kerja maupun masyarakat.

“Jaga mulut dan hindari provokasi, jaga tutur kata agar tidak saling membenci, merendahkan, dan memfitnah yang dapat mengganggu stabilitas,” katanya.

Rotasi pejabat kali ini tidak sekadar pergantian jabatan administratif. Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menargetkan percepatan reformasi birokrasi, terutama penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik atau SPBE di seluruh organisasi perangkat daerah.

Endi menilai masih terdapat pelayanan publik yang berjalan manual sehingga memperlambat efektivitas pelayanan masyarakat.

“Saya percaya dengan ditunjuknya saudara-saudari di tempat masing-masing, maka sistem pelayanan berbasis elektronik ini kita laksanakan secara 100 persen,” ujarnya.