Sementara untuk pelayanan MOW pada tahun depan, DPPKB menargetkan lebih dari 20 peserta.
Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, DPPKB mengandalkan jaringan penyuluh KB lapangan yang bertugas di setiap desa.
Selain penyuluh, edukasi juga dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) serta kader KB yang aktif mendampingi masyarakat hingga tingkat desa.
“Kami memiliki penyuluh KB di setiap desa. Selain itu ada Tim Pendamping Keluarga dan kader KB yang melakukan edukasi langsung kepada keluarga mengenai berbagai program keluarga berencana,” jelas Rafael.
Ia menegaskan bahwa sasaran utama edukasi adalah pasangan yang telah memiliki dua anak atau lebih. Namun seluruh program tetap mengedepankan prinsip sukarela tanpa unsur pemaksaan.
“Kalau keluarga sudah memiliki dua anak atau lebih, kami memberikan edukasi. Tetapi semuanya bersifat sukarela. Pemerintah hanya memberikan informasi dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Rafael menambahkan, program MOP dan MOW merupakan bagian dari program nasional keluarga berencana yang dijalankan pemerintah daerah.





Tinggalkan Balasan