Rafael mengungkapkan, program MOP bukan hal baru di Manggarai Barat. Program tersebut pernah dilaksanakan pada 2011 dan kembali berjalan pada 2025 dengan dua peserta.
“Sudah pernah kita lakukan. Tahun 2025 ada dua orang yang mengikuti program MOP,” ujarnya.
Ia menjelaskan, MOP merupakan tindakan medis sederhana bagi laki-laki sebagai metode kontrasepsi permanen. Secara prinsip, prosedur tersebut hampir sama dengan MOW, namun dilakukan kepada pria.
“MOP itu operasi juga, tetapi operasi bagi kaum laki-laki,” jelas Rafael.
Meski telah beberapa kali dilaksanakan, Rafael mengakui minat masyarakat terhadap program MOP masih relatif rendah. Salah satu penyebabnya adalah masih minimnya pemahaman masyarakat mengenai kontrasepsi pria.
Menurutnya, tidak sedikit calon peserta yang awalnya bersedia mengikuti program tersebut, namun akhirnya mengundurkan diri sebelum tindakan dilakukan.
“Masyarakat kita belum terlalu familiar dengan program ini. Ada yang sudah menyatakan bersedia, tetapi ketika akan dilaksanakan akhirnya menarik diri. Karena itu target kita belum terlalu besar,” ungkapnya.





Tinggalkan Balasan