LABUANBAJOVOICE.COM — Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, resmi membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kabupaten Manggarai Barat ke-31 di halaman Masjid Nurul Falah Wae Mata, Labuan Bajo, Senin malam, 27 April 2026.

Kegiatan keagamaan tahunan itu dijadwalkan berlangsung hingga 1 Mei 2026 dan diikuti ratusan kafilah dari tujuh kecamatan.

Dalam sambutannya, Endi menegaskan MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Quran, tetapi juga ruang pembinaan umat dan penguatan nilai kebangsaan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Semua kita tahu bahwa MTQ bagi umat muslim ini diselenggarakan dalam rangka mengagungkan Al-Quran melalui seni membaca, menghafal, tafsir, dan pemaknaan isinya,” kata Endi.

Menurut dia, MTQ juga menjadi sarana syiar Islam, pembinaan generasi muda, serta mempererat silaturahmi antarmasyarakat.

Pemerintah daerah, kata dia, memandang nilai-nilai Al-Quran sebagai fondasi penting dalam membangun daerah yang damai dan beradab.

“Kalau umat Islam sekalian sering membaca Al-Quran, dalam keyakinan dan pandangan pemerintah itu adalah orang-orang yang saleh, orang-orang yang cinta peradaban, orang-orang yang cinta kedamaian,” ujarnya.

Endi mengajak umat Islam di Manggarai Barat agar menjadikan MTQ sebagai momentum memperkuat kebiasaan membaca dan memahami Al-Quran di tengah kesibukan sehari-hari.

“Jadikan momen ini sebagai cikal bakal mengingatkan kita semua agar sesibuk apa pun rutinitas, luangkan waktu membaca Al-Quran,” katanya.

Ia meyakini, jika nilai-nilai keagamaan dijalankan dengan baik, Manggarai Barat akan tumbuh dalam suasana harmonis dan aman.

Kondisi itu, lanjut dia, akan berdampak langsung pada sektor pariwisata dan investasi.

“Kalau ini kita jalankan dengan baik, dengan penuh kesadaran, maka kabupaten ini pasti bertumbuh dan berkembang dalam suasana keharmonisan, dalam suasana penuh kedamaian. Insya Allah, orang akan berbondong-bondong datang berwisata, datang berinvestasi di kabupaten yang kita cintai,” ujar Endi.

Dalam kesempatan itu, Bupati Endi juga menyampaikan komitmen khusus bagi para juara MTQ tahun ini. Ia berjanji akan mengantar langsung kontingen Manggarai Barat ke ajang MTQ tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Saya akan mengantarkan sendiri tim ini ke MTQ provinsi. Karena mungkin selama ini bupatinya tidak mengantarkan sendiri sehingga kita tidak kebagian juara di tingkat nasional. Tapi tahun ini kita memulai,” kata Endi disambut tepuk tangan peserta.

Pernyataan tersebut dinilai menjadi sinyal dukungan lebih serius pemerintah daerah terhadap pembinaan prestasi keagamaan sekaligus penguatan identitas sosial masyarakat.

Ketua Panitia, Agustinus Gias, menjelaskan MTQ merupakan wahana meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan Al-Quran dalam rangka membentuk sumber daya manusia yang beriman dan bertakwa.

“Kami juga menyampaikan selamat datang kepada seluruh kontingen dari beberapa kecamatan se-Kabupaten Manggarai Barat,” ujarnya.

Ia merinci, jumlah peserta tahun ini mencapai 189 orang kafilah yang terdiri dari 144 peserta dan 45 pendamping.

Mereka berasal dari tujuh kecamatan, yakni Sano Nggoang, Kuwus, Lembor, Lembor Selatan, Mbeliling, Pacar, dan Boleng.

Para peserta akan berlomba pada enam cabang utama, yakni Tilawatil Quran, Hifzil Quran, Tafsiril Quran, Fahmil Quran, Syahril Quran, serta Kaligrafi Quran.

“Maksud dan tujuan kegiatan ini menghasilkan qori, qoriah, hafidz, hafidzah terbaik yang akan mewakili Manggarai Barat pada MTQ tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kabupaten Nagekeo, 20-30 Juli 2026,” kata Gias.

Gias juga mengingatkan dewan hakim agar menjaga integritas penilaian selama perlombaan berlangsung.

“Jadilah juri yang benar dan adil, jangan mengecewakan apa yang telah didendangkan oleh para peserta,” tegasnya.

Ia menutup sambutan dengan memberi semangat kepada seluruh peserta.

“Sekali lagi selamat berlomba, kalian semua adalah sang juara,” ujarnya.

Pelaksanaan MTQ di Labuan Bajo menjadi pesan penting bahwa daerah tujuan wisata super prioritas tidak hanya bertumpu pada keindahan alam, tetapi juga kekuatan toleransi, kerukunan, dan pembangunan spiritual masyarakatnya.

Pemerintah daerah tampak ingin menempatkan agama, budaya, dan pariwisata sebagai tiga pilar pertumbuhan Manggarai Barat ke depan.**